Muara Teweh, Barito Utara – PT BEK melalui tim Health, Safety, Environmental, and Community Development (HSEC) melakukan aksi nyata dalam mengedukasi generasi muda. Bertajuk “HSEC BEK Goes to School”, tim menyambangi SMPN 2 dan SMAN 1 Muara Teweh untuk memberikan pelatihan mitigasi darurat pada Kamis (5/2/2026).
Acara yang merupakan rangkaian peringatan Bulan K3 Nasional 2026 ini diikuti oleh sedikitnya 180 siswa dan guru. Bukan sekadar sosialisasi teori, para peserta diajak terjun langsung dalam simulasi penanganan kondisi kritis.
Tiga Pilar Edukasi: Lingkungan, Kesehatan, dan Keselamatan
Tim HSEC PT BEK membagi pelatihan ke dalam tiga fokus utama yang relevan dengan kehidupan sehari-hari:
Environmental: Strategi pengelolaan sampah mandiri yang ramah lingkungan. Health: Teknik bantuan hidup dasar, mulai dari penanganan korban henti jantung hingga prosedur penyelamatan orang tersedak. Emergency Response: Teknik memadamkan api pada skala ringan dan sedang.
”Kami ingin keberadaan PT BEK di Barito Utara memberikan dampak nyata. Kegiatan ini adalah bentuk transfer pengetahuan agar adik-adik pelajar memiliki kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat,” ujar Cipto Hadi Purnomo, Head HSEC PT BEK.
Antusiasme Tinggi: Dari Handuk Basah hingga APAR.
Momen paling mendebarkan terjadi saat Emergency Response Team (ERT) mendemonstrasikan cara menjinakkan api pada kebocoran gas menggunakan handuk basah dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Para siswa tampak berebut untuk mencoba mempraktikkan langsung teknik tersebut di bawah pengawasan ahli.
Kepala SMAN 1 Muara Teweh, Mawardi, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, pengalaman visual dan praktik langsung seperti ini jauh lebih efektif daripada teori di kelas. “Siswa jadi tahu apa yang harus dilakukan jika ada kompor gas yang terbakar sebelum bantuan profesional tiba. Ini pengalaman baru yang sangat luar biasa bagi kami,” ungkap Mawardi.
Program Community Development di bidang pendidikan ini mempertegas komitmen PT BEK untuk tidak hanya berfokus pada operasional, tetapi juga membangun budaya keselamatan (safety culture) di tengah masyarakat Barito Utara.
(Humas PT BEK/Foto: Dok. PT BEK)





