MUARA TEWEH – Harapan baru menyelimuti warga Desa Bintang Ninggi 2, Kecamatan Teweh Selatan. Setelah sempat terhenti akibat sengketa lahan yang berkepanjangan, aktivitas jasa mooring di pelabuhan Jetty PT BIMA kini resmi beroperasi kembali. Momentum kembalinya roda ekonomi ini dirayakan masyarakat setempat dengan menggelar ritual adat Dayak Bakumpai, yakni selamatan Tapung Tawar, pada Jumat (27/3/2026).
Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara dari Dapil 4, Ardianto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan betapa krusialnya menjaga stabilitas wilayah demi keberlangsungan usaha masyarakat. Menurutnya, sinergi antara warga, pemerintah desa, dan pihak korporasi adalah kunci utama dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah. Politisi Partai Demokrat ini mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menciptakan rasa aman bagi operasional perusahaan yang selama ini telah memberikan banyak manfaat bagi warga sekitar.
Kembalinya aktivitas di pelabuhan ini merupakan angin segar bagi masyarakat yang sempat terpukul secara ekonomi. Sebagai Sekretaris Komisi II DPRD Barito Utara, Ardianto mengungkapkan bahwa penghentian aktivitas sejak Desember 2025 lalu akibat klaim kepemilikan lahan oleh pihak luar telah menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai miliaran rupiah. Kondisi tersebut sempat membuat sumber penghidupan utama warga di bidang jasa mooring lumpuh total selama berbulan-bulan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengurus Mooring Desa Bintang Ninggi 2, Erkanadi, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas selesainya hambatan operasional tersebut. Baginya, selamatan adat ini bukan sekadar ritual, melainkan simbol kebersamaan dan titik awal untuk memulihkan nafkah keluarga secara berkelanjutan. Ia berharap ke depan tidak ada lagi kendala serupa agar warga dapat bekerja dengan tenang.
Acara syukuran yang diinisiasi oleh pengurus mooring ini dihadiri oleh jajaran pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, serta tokoh adat setempat. Dengan normalnya kembali operasional di Jetty PT BIMA, masyarakat kini optimis bahwa sektor pelabuhan akan kembali menjadi penopang utama ekonomi desa yang kuat dan stabil di masa depan.

















